PRESTASI MAHASISWA FEB UNIVERSITAS SEBELAS APRIL MERAIH GELAR DUTA PARIWISATA INDONESIA KESEHATAN 2025

KEYLA CANTIKA DEWI & CAHYA HIDAYAT | KASTRAG | HMM

Halo Sobat Manajemen!

Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas April (FEB UNSAP). Salah satu mahasiswa berprestasi kita, Hikmal Raihan Hidayat, kembali mengharumkan nama kampus di tingkat nasional. Ia berhasil meraih gelar Duta Pariwisata Indonesia Kesehatan Tahun “025, sebuah pencapaian luar biasa yang menjadi bukti nyata dedikasi mahasiswa UNSAP dalam berkontribusi bagi masyarakat dan dunia pariwisata Indonesia.

Dalam kompetisi tersebut, Hikmal berhasil menunjukkan performa terbaiknya dan melangkah hingga babak Grand Final. Usaha dan dedikasi yang ia tunjukkan berbuah hasil manis ketika dirinya dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Indonesia Kesehatan 2025. Prestasi ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga besar FEB UNSAP yang terus mendorong mahasiswanya untuk berprestasi di berbagai bidang.

Dalam wawancaranya, Hikmal menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan pariwisata kesehatan (health tourism, medical tourism, dan wellness tourism) di Indonesia adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri. Menurutnya, masyarakat sering kali menunggu hingga sakit baru berobat, padahal yang lebih penting adalah mencegah penyakit sejak dini dengan pola hidup yang sehat dan seimbang. Ia menegaskan bahwa gaya hidup sehat dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menjaga pola makan, berolahraga secara rutin, serta mengatur waktu istirahat dengan bijak.

Sebagai bentuk kontribusinya, Hikmal mengusulkan konsep kegiatan berbasis sport tourism atau wisata olahraga yang menggabungkan aktivitas fisik, mental, dan sosial. Program seperti Sumedang Walkers menjadi salah satu contoh kegiatan yang tidak hanya menyehatkan tubuh tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah.

Hikmal juga menuturkan pandangannya bahwa pariwisata sehat tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga mampu menenangkan jiwa dan memberikan keseimbangan batin. Ia berpendapat bahwa berwisata dapat menjadi sarana refleksi diri sekaligus melepaskan penat dari rutinitas. Melalui gagasan tersebut, Hikmal berupaya mengedukasi masyarakat bahwa berwisata tidak harus mahal, melainkan dapat dilakukan dengan cara sederhana selama membawa dampak positif bagi tubuh dan pikiran.

Sebagai implementasi nyata dari ide tersebut, Hikmal mengembangkan program Baladhejo, yaitu gerakan sosial yang mengajak masyarakat dan generasi muda untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang menyehatkan jasmani dan rohani. Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan hidup atau work-life balance, agar generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, bahagia, dan produktif.

Menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata. Menurutnya, masyarakat harus memiliki kesadaran wisata (tourism awareness) agar dapat mengambil peluang dari potensi daerahnya. Masyarakat dapat menciptakan inovasi produk maupun layanan yang mendukung daya tarik wisata, misalnya melalui terapi tradisional khas daerah, kuliner lokal, atau pengalaman budaya yang unik. Dengan demikian, wisatawan akan mendapatkan pengalaman berbeda, dan destinasi wisata dapat memiliki ciri khas yang menjadi daya tarik tersendiri.

Hikmal juga menyoroti peluang besar Indonesia dalam mengembangkan wellness tourism dan medical tourism di era pasca-pandemi. Ia menilai bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing dengan negara lain, asalkan pembangunan dan pengembangan destinasi wisata dilakukan dengan perencanaan yang tepat dan melibatkan masyarakat secara aktif. Melalui masyarakat yang sadar wisata dan memiliki rasa kepemilikan terhadap daerahnya, pengembangan pariwisata akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Sebagai Duta Pariwisata Indonesia Kesehatan 2025, Hikmal berkomitmen menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya menjalin kolaborasi dengan para ahli dan praktisi di bidang kesehatan agar program kerja yang dijalankan lebih strategis dan berdampak luas. Menurutnya, kolaborasi dan komunikasi lintas bidang menjadi kunci untuk mengembangkan pariwisata kesehatan yang berdaya saing dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Selain aktif dalam kegiatan lapangan, juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan pariwisata sehat secara masif. Ia sering membagikan konten edukatif tentang gaya hidup seimbang, kesehatan mental, dan pentingnya mencintai alam melalui kegiatan wisata yang bermanfaat. Melalui platform digital, Hikmal berharap dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk hidup sehat dan produktif.

Dalam penutup pesannya, Hikmal menyampaikan bahwa melalui gerakan Baladhejo, ia berkomitmen untuk terus mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya work-life balance dan gaya hidup sehat. Ia menegaskan bahwa hidup yang seimbang akan membuat jiwa dan raga tetap kuat, semangat, dan siap menghadapi tantangan. “Baladhejo hadir untuk menumbuhkan motivasi generasi muda agar terus memancarkan sinarnya, menjadi generasi emas yang mampu bersinar lebih terang,” ujarnya penuh semangat.

Prestasi yang diraih oleh Hikmal Raihan Hidayat menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Universitas Sebelas April memiliki potensi besar untuk berprestasi dan berkontribusi di tingkat nasional. Semoga pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik kampus di berbagai bidang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top